3 Jenis Analisis Keuangan dan Ketika Mereka Cetakan

September 8, 2018 Off By admin

[ad_1]

Analisis keuangan dilakukan menggunakan informasi yang diposting pada laporan keuangan bisnis untuk mengevaluasi posisi keuangan saat ini dan kinerja masa lalu.

Indikator kinerja utama keuangan seperti likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas antara lain disorot oleh proses ini digunakan untuk memastikan kekuatan keuangan dan kelemahan dari entitas bisnis.

Analisis ini dapat dilakukan secara internal di dalam organisasi untuk memfasilitasi pengambilan keputusan oleh manajemen. Pihak eksternal dan pemangku kepentingan seperti auditor, regulator, analis keuangan, investor, dan pesaing juga dapat melakukan analisis mereka menggunakan fakta-fakta yang tersedia untuk memastikan posisi keuangan entitas. Para pemangku kepentingan ini sama-sama memanfaatkan informasi untuk pengambilan keputusan yang sesuai untuk kepentingan mereka masing-masing.

Tiga jenis analisis keuangan dapat dilakukan dengan laporan keuangan usaha adalah analisis horizontal, analisis vertikal, dan analisis rasio.

  1. Analisis horizontal

Analisis horizontal informasi keuangan memerlukan penilaian dan perbandingan perubahan relatif dalam item tertentu dalam laporan keuangan selama periode akuntansi yang ditetapkan. Item yang dipertanyakan bisa berupa penjualan, pendapatan, dll., Dan periode akuntansi bisa berbulan-bulan, kuartal, tahun, dll.

Jenis analisis keuangan ini paling baik diterapkan ketika mencari untuk menentukan perilaku dinamis suatu barang sehingga dapat mengamati tren barang selama periode akuntansi yang ditentukan. Ini penting dalam menentukan faktor di balik tren, baik positif atau negatif. Misalnya, laba bersih suatu bisnis dapat dilacak selama periode lima tahun.

Namun, ada dua cara melakukan analisis horizontal, yaitu; analisis persentase dan analisis absolut.

Dalam analisis absolut, perbandingan dilakukan dengan menggunakan angka-angka yang dipaparkan dalam laporan keuangan sedangkan dalam analisis persentase, perbandingan-perbandingan tersebut menunjukkan perubahan relatif dalam angka-angka tersebut menjadi persentase.

  1. Analisis vertikal

Juga dikenal sebagai analisis ukuran-umum, analisis vertikal ini melibatkan perbandingan angka-angka item terpisah dengan angka standar pada neraca selama periode akuntansi yang ditentukan. Sebagai contoh, mengambil total pendapatan periode akuntansi menjadi 100%, barang-barang lain seperti tunjangan karyawan dan pembayaran utang untuk periode tertentu dapat dihitung sebagai persentase terhadap total pendapatan periode akuntansi tertentu.

Bentuk analisis ini sangat berguna dalam menentukan efisiensi barang-barang bisnis dengan membandingkan bagaimana mereka menumpuk terhadap barang-barang umum seperti pendapatan.

  1. Analisis rasio

Metode analisis keuangan ini menghubungkan berbagai item dari neraca ke laporan laba rugi untuk menentukan kinerja keuangan perusahaan. Aset diukur berdasarkan kewajiban dan disajikan dengan cara yang lebih sederhana yang dapat dipahami tanpa mengutip angka-angka besar.

Analisis rasio sangat penting ketika analis dan pemangku kepentingan berusaha menentukan keberlangsungan dan keberlanjutan strategi keuangan jangka panjang dan jangka pendek entitas.

[ad_2]