Analisis Kritis dari Wordsworth's Poem Fidelity

September 8, 2018 0 By admin

[ad_1]

Tropes yang digunakan dalam puisi Fidelity adalah: 'Ada kadang-kadang ikan melompat mengirim melalui keceriaan tandus'. Wordsworth mempersonifikasikan bahasa puisi. Sekali lagi dia berkata: 'tebing-tebing itu merepresentasikan suara serak gagak dalam simfoni yang keras juga merupakan contoh personifikasi. Sinar matahari dan ledakan terdengar adalah contoh sinestesia di mana warna dan suara digunakan sebagai perbandingan.

Berikutnya saya ingin mengomentari legenda puisi itu. Dongeng berbicara tentang Gembala yang bertemu dengan seekor anjing. Awalnya dia pikir itu serigala. Kemudian di dalam puisi, sang penyair mengarah ke Gembala yang menemukan sisa-sisa kerangka seorang pria yang tergeletak di dasar jurang. Penyair ingin kita membayangkan bahwa orang yang telah meninggal itu adalah seorang pengelana yang melakukan perjalanan ke tempat ini dan anjing itu adalah rekannya yang setia.

Ada misteri misteri yang melekat dalam puisi itu. Penyair menggunakan bahasa ketegangan dan legenda untuk menciptakan kisah tentang seorang musafir yang telah jatuh ke jurang. Apakah simbol Gembala merupakan alter-ego sang penyair? Gembala adalah arketipe dari orang yang memimpin kawanan. Gembala adalah ikon puisi pastoral yang terkenal. Puisi Wordsworth menyampaikan sifat pastoral. Alam dimanifestasikan sebagai filsafat yang menyebabkan kekaguman dan gemetar. Kesetiaan anjing meningkatkan rasa belas kasih kita kepada yang luhur. Wordsworth telah mengembangkan katarsis yang dinamis.

Selanjutnya saya akan merenungkan pola pikir penyair. Apakah puisi itu nyata atau dibayangkan? Kematian adalah tema simbolis yang dimanifestasikan dalam sisa-sisa kerangka manusia. Mengapa penyair tertarik untuk menggambarkan atau membocorkan atau memimpin Gembala ke tema kematian? Dalam mitos Yunani, Gembala melambangkan banyaknya kesuburan dan kelimpahan vegetasi. Wordsworth mengejutkan pembaca dengan memimpin Gembala untuk menemukan kematian. Staf Shepherd yang memiliki realisme sulap menyentuh kehidupan menghasilkan kematian di sini. Apakah Wordsworth ingin menyampaikan bahwa ada pola dasar Shepherd dalam diri kita semua? Dari kesuburan dan tanaman yang subur serta anggur, Shepherd memimpin pada penemuan kematian. Kesetiaan anjing dapat secara simbolis diubah menjadi identifikasi bahwa kita harus setia pada visi, cita-cita dan aspirasi kita.

Selanjutnya saya ingin mengomentari pencitraan alam yang digunakan dalam puisi itu. Penyair mengidentifikasi anjing di antara bebatuan tersebar yang mengaduk rem paku. Alam mengalir dalam bahasa puitis. Selanjutnya dia menggambarkan perlawanan anjing terhadap peluit atau teriakan. Anjing adalah simbol kesetiaan yang setia kepada tuannya yang sudah meninggal. Alam digambarkan dalam bahasa ratapan. Wordsworth berbicara tentang teluk kecil, jurang di depan dan danau di bawahnya. Alam begitu hidup seperti layar teater. Penyair juga menyebutkan keterpencilan. Satu-satunya keceriaan adalah suara ikan yang melompat di tarn. Suara lainnya adalah suara serak burung gagak yang dilambangkan oleh penyair sebagai simfoni yang keras. Penyair itu melihat pelangi dan awan dan kabut berkumpul seperti kain kafan. Sang Gembala berjalan di atas bebatuan dan batu untuk menemukan nasib tragis. Gembala menemukan bahwa seorang pria telah jatuh ke jurang. Penyair pada akhirnya menyimpulkan kesetiaan anjing yang mengawasi tuannya.

[ad_2]